Semuanya Ada Di Sini

Google
 

Thursday, February 14, 2008

Cari...Pelajari..Ikuti....

Sudah lama juga saya tidak posting di blog ini, kira - kira sudah 3 bulan semenjak saya menulis testimoni terkahir saya mengenai cita - cita saya memulai bisnis jualan kaos kaki, ( sarung saya juga masih ada ). "Ah sudahlah...." hampir kata lemas itu saya anut, tapi selama itu pula saya mengumpulkan energi untuk memastikan keinginan saya memang sudah bulat bahwa suatu saat " saya harus punya gerai Kaos Kaki ". Begitu banyak masukan, begitu banyak peluang, begitu banyak wacana yang hinggap ke saya " wah ini bagus, itu bagus, mendingan ini aja atau itu aja..." tapi lagi - lagi itu hanya sebuah wacana atau orang lain nyebutnya 'omong kosong'. Lantas peluang mana yang sebenarnya saya pengen ambil ? masih saja pertanyaan itu mam[ir di benak saya. Mungkin ini yang namanya " MENCARI.." dan target saya bulan ini adalah bulan terakhir saya hanya mencari dan mencari dan sudah saatnya saya meski " PELAJARI " peluang itu dan pastinya akan saya " IKUTI ". Bismillah....

Thursday, November 15, 2007

Kegagalan Yang Membawa Berkah

Pembaca.... Saya akan coba menuliskan sedikit kisah saya saat liburan kemarin. Kebetulan lebaran Tahun ini adalah liburan yang buat saya sangat berbeda dikarenakan saya meski berbagi kebahagiaan dengan 2 keluarga, maklumlah karena keluarga istri saya berdekatan dengan rumah saya ( pek-nggo. red ). Saya meski bisa mengatur kapan saya di rumah saya dan kapan saya dirumah mertua, dan impactnya saya hampir dibilang tidak bisa keluar mencari informasi peluang - peluang bisnis yang sekiranya bisa saya cari di kampung. " Tidak apa - apalah " pikir saya saat itu karena saya kira rejeki tidak akan kemana. Lebih dari 1 minggu saya liburan tiba saatnya saya kembali ke Jakarta. Hari H saya kembali ke jakarta, kebetulan kakak mengajak mampir di sebuah toko di daerah Ungaran. Betapa amat sangat terkejutnya sewaktu saya masuk ke sebuah gang yang hanya dapat dilewati 1 mobil, ternyata ada sebauh tempat yang saya pikir lebih mirip seperti gudang dan didalamnya setumpuk kaos kaki dengan segala ukuran dan jenis. Dari mulai yang biasa sampai yang bagus bisa didapat. " Peluang nieh...!?!? " pikir saya saat itu. Kebetulan yang empunya toko ada di rumah dan singkat cerita selama 1 jam kita ( saya, kakak, dan istri ) mencoba mencari tau bagaimana dia bisa punya toko sebesar itu. " Saya sering gagal lho mas " tegas dia ditengah percakapan kami,. meski saya lihat tidak ada getaran suaranya yang mengatakan bahwa dia pernah gagal. Dengan logat Padang-nya dia bercerita bagaimana awalnya dia bisa punya toko sebesar itu dan dengan itung - itungan matematika dengan bangganya dia bilang " saya hanya jualan kaos kaki mas...., setiap bulannya duwit banyakan siapa dengan mas...??" sebuah pertanyaan yang tentunya tidak perlu dijawab. Banyak pelajaran yang hari itu saya dapatkan dari seorang yang pernah gagal dan kesimpulan saya saat itu bahwa setiap langkah menuju sukses gagal itu pasti kita temui hanya saja bagaimana menghindari atau meminimalisir kegagalan...itu yang utama. Bagaimana saya memutuskan memulai untuk jualan kaos kaki akan saya tuliskan pada postingan berikutnya.

Tuesday, October 23, 2007

Kembali “ dulu “ ke Rutinitas Awal

Setelah lebih kurang 2 minggu liburan di kampung, dengan tetap membawa semangat untuk berjuang menjadi yang lebih baik kahirnya hari ini saya kembali ke Jakarta. Akan sangat terasa perbedaan yang saya dapatkan manakala saya di kampung jika dibanding di jakarta, ada perasaan aman, damai, tenang, dan nyaman tentunya saat berinteraksi dengan daerah kelahiran kita sendiri. Di lubuk hati saya membayangkan “ coba saja saya bisa nyari duwit di kampung “ sebuah keinginan yang sampai saat ini masih tertanam di hati saya. “ Ah…tidak apa – apalah “ mungkin saat ini saya masih harus berjuang di Jakarta dan saya bertekad akan segera menyelaisakan apa yang sudah saya mulai. Tentang apa - apa yang saya temukan sebagai oleh - oleh dari kampung akan saya posting esok hari. Pastinya ada sebuah kesempatan yang " tiba - tiba " muncul di depan saya dan meski saya gunakan kesempatan tersebut.

Thursday, October 4, 2007

SARUNG SAMARINDA DATANG LAGI

Pembaca sekalian, tulisan ini saya posting sebagai lanjutan dan tahap - tahap dalam saya ingin menjadi PENJUAL SARUNG SAMARINDA.

Setelah kiriman yang pertama dan ternyata Alhamdulillah tinggal beberapa pieces, untuk itu saya beranikan diri untuk mendatangkan lagi SARUNG SAMARINDA seperti sebelumnya. Saat sebuah bungkusan mampir ke kontrakan saya di daerah Pondok Kopi saya sudh menyangkan pasti itu paket dari Kalimantan. " kok cepet juga ya...." pikir saya saat itu karena saya baru order SARUNG SAMARINDA itu kemarin. Jadi kesimpulannya waktu pengiriman dan Kalimantan ke Jakarta hanya butuh waktu 1 hari, informasi ini akan sangat menjadi penting suatu saat.
Sejumlah sarugn sesuai pesananku sekarang sudah ada di kontrakan akan tetapi barang yang saya kira sama dengan SARUNG SAMARINDA sebelumnya ternyata memiliki merk dan corak yang berbeda - beda. Semula saya agak ragu " kok beda warna sama coraknya....mudah gak ya ngejualnya ?? " pikiran itu sempat menggaunggu saya.
Akan tetapi setelah benar - benar saya check keadaan kondisi dan kualitas SARUNG SAMARINDA yang ini ternyata tidak kalah dengan paket yang pertama ( lebih bagus ini malahan ).
Bismillah...saya bertekad akan menjual semuanya.
Jika ada yang berminat silahkan menghubungi saya :
Riyad Ali Asad
0881734394

Monday, October 1, 2007

Alhamadulillah....

Hmmm... Cerita ini merupakan kelanjutan dari tahap dan proses penjualan SARUNG SAMARINDA, yang mana selain saya email ke rekan – rekan ada juga yang langsung saya suply ke seorang teman. Menilik profil teman baru saya ini, kebetulan saya dikenalkan kakak saya ke teman ini “ cepetan aja kamu nemuin dia tar gampang deh kalo udah ketemu “ begitu saat itu kakak saya menyuruh saya. Dan akhirnya saya putuskan untuk menemui di rumah kediaman beliau di daerah HARAPAN INDAH. Meski dengan sedikit perjuangan mencari lokasi rumah beliau yang sebenarnya sangat mudah dicari, tapi ya…mungkin karena saya belum begitu mengenal daerah ( maklum maunya cuman tinggal dirumah ) dengan alesan diluar panaslah berdebulah…inilah itulah…tapi entah dorongan dari mana malam itu saya jalan juga menemui temannya teman kakak saya itu. Singkat cerita setelah ngobrol banyak hal, tidak sedikit ilmu bisnis yang saya dapatkan dari sosok teman tersebut ( tentunya saya akan terus belajar dari beliau ). Untuk profil teman ini suatu saat akan saya ceritakan. Malam itu saya hanya memberikan 2 buah sarung “ ya coba – coba mbak kalo – kalo bisa dibantu buat jualannya “ harapanku bukan cuman malan ini saja saya dapat men-suply SARUNG SAMARINDA tersebut. 2 hari kemudian ada telpon dari teman tersebut yang meminta untuk dibawakan lagi SARUNG SAMARINDA lagi…rasa bombong ( jawa red. ) yang saya rasakan saat itu. “ Wah ternyata laku…” makasih ya Allah… Semoga setelah ini akan ada order – order – order dan order lagi. Amin…

Wednesday, September 26, 2007

JUALAN SARUNG SAMARINDA

Ini kisah saya pada saat mencoba membongkar sebuah keberanian yang hingga saat tulisan ini aku torehkan belum saya dapatkan, keberanian untuk merubah keadaan , dan keberanian untuk memulai sesuatu tentunya.

Setelah sekain lamanya saya mencari – cari “ barang apa yang bisa aku jual…??? “ dan akhirnya ada tawaran untuk memasarkan kain SARUNG SAMARINDA.
Saat itu otak saya mencoba untuk memproses kesempatan ini dan kebetulan moment ini dekat dengan lebaran “ pasti aku bisa…” itu mungkin yang ada dalam benak saya saat penawaran itu datang. “ Tapi bagaimana caranya…?? “ kembali pertanyaan itu mengganggu saya, karena jujur saya belum pernah jualan.
Teringat sebuah kalimat dari sebuah blog komunitas pebisnis “ mencangkoklah pada pohon yang buahnya sudah terbukti unggul “, maksud dari kalimat ini yang saya mengerti adalah bahwa jika kita ingin jadi pengusaha belajarlah pada pengusaha yang sudah sukses, begitu kurang lebih ( semoga tidak salah ).
Tapi ini pertama kalinya saya dikasih kesempatan untuk memasarkan SARUNG SAMARINDA. Bagaimana caranya ??? mo mulai dari mana??? “ Ya sudahlah akan saya coba “ hanya itu semangat saya.
Esok harinya saya coba share SARUNG SAMARINDA saya ini melalui email rekan - rekan kerja saya dan ternyata sungguh diluar perkiraan, yang dari awalnya saya hanya melihat draft email " apakah benar ini caranya ?? " dan dengan rasa gak enak hati dengan rasa risih saya memaksakan meng-klik email tersebut, ternyata tanggapan rekan - rekan saya saat itu sangat positif. Ada yang langsung japri kesaya menawarkan jasanya untuk mejualkan, ada yang hanya pengen pesen 1 ato 2 buah....wahh..ternyata salah perkiraan saya....saya pikir saya hanya akan dapat cemoohan.
Kesimpulan saya...ketakutan yang saya rasakan diawal ternyata salah besar dan dengan cara apapun ( yang tentunya halal ) semuanya tidak akan salah...dan yang pasti kita hanya takut sesaat, selebihnya rasakan kelegaanya...
Bismillah....
Dari situlah saya mulai menawarkan SARUNG SAMARINDA tersebut dengan 5 pilihan warna dengan harga Rp. 60.000,00 dengan jaminan kualitas SARUNG SAMARINDA ini adalah NOMER 1 ( SATU ) tentunya.
Para pembaca sekalian dengan ini saya ingin menawarkan SARUNG SAMARINDA ini dan jika memang anda tertarik silahkan menghubungi saya di sini :
Riyad Ali Asad
Hp. 08881734394

Tuesday, July 3, 2007

Ini Dia Lowongan Kerja Alternatif

Selama kurang lebih satu tahun ini saya mencoba untuk menggali dan mempelajari berbagai hal yang ada di internet. Dari kesemua ilmu yang saya pelajari ada hal – hal yang membuat saya kagum terhadap pesatnya teknologi komunikasi dan informasi terutama dari internet. “ Ahh…itu bohong “ kata rekan saya suatu hari…tapi bukan berarti saya menyerah begitu saja dan saya semakin getol dalam proses browsing pencarian fakta bahwa BISNIS ONLINE memang menguntungkan. Untuk dari Sekarang anda akan menemukan wacana – wacana dari saya yang berkatian dengan BISNIS ONLINE di Internet. Wacana : Mungkin anda seorang sarjana atau alumni SMU yang sedang pusing mencari kerja. Berbagai lowongan kerja anda coba, tapi masih belum ada nasib baik. Mau berwirausaha, modal tidak cukup. Nah.. mengapa tidak memanfaatkan "lowongan kerja" di internet saja?

Memang dengan semakin banyaknya lulusan SLTA dan Perguruan tinggi yang tidak diikuti dengan jumlah lowongan kerja membuat semakin banyaknya pengangguran. Namun sebenarnya penyebabnya bukan hanya sekedar milimnya peluang kerja. Tapi juga disebabkan oleh kurang kreatifnya para pencari kerja itu sendiri. Mayoritas pencari kerja hanya ingin bekerja untuk menjadi "orang gajian", seperti ingin jadi pegawai negeri, pegawai BUMN atau kerja di perusahaan besar.
Kenapa tidak coba manfaatkan internet saja? Berbisnis di internet dan menjadi wirausahawan online. Dengan menjadi usahawan online, anda bisa mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dari pada gaji seorang pegawai negeri atau pegawai BUMN. Dan yang lebih penting, menjadi usahawan online, tidak ada atasan atau bos yang mengatur anda. Anda adalah Bos atas diri sendiri. Mau penghasilan ratusan ribu, jutaan atau puluhan juta perbulan sebagai pelaku wirausaha online adalah hal yang sangat mungkin. Masalah modal, untuk memulai bisnis online anda memerlukan modal materi yang jauh lebih kecil dari pada "bisnis offline" pada umumnya.
Nah... mengapa tidak mencoba dengan serius?